Secara umum Iron Maiden adalah salah satu band yang sukses dan berpengaruh untuk genre heavy metal. Lebih dari 60 juta copy album telah terdistribusi ke seluruh dunia. Tiga belas album studio dan empat album kompilasi (berisi hits the very best), delapan album live, dan empat album dalam bentuk box-set (yang dijual secara terbatas) telah lahir dari tangan-tangan kreatif mereka.
Dalam
kancah belantika musik rock dunia, Iron Maiden telah memberikan
inspirasi bagi sub-genre dari musik heavy metal. Musik mereka
mempengaruhi aliran power metal, speed metal dan semua aliran musik
metal yang memadukan harmonisasi dari dua gitar. Tak sedikit band
pengusung heavy metal, di penjuru dunia, yang mencantumkan nama Iron
Maiden dalam list referensi mereka.
Keunikan
Iron Maiden semakin tampak jika kita melihat maskot seram “Eddie” yang
kerap menjadi cover dalam album-album mereka. Bahkan, setiap live show
mereka, karenter horror itu tak pernah ketinggalan muncul di panggung.
Karakter Eddie yang bernuansa horror ini, pertama kali dilukis oleh Derek Riggs. Namun, setelah dipermak oleh Melvyn Grant terlihat menjadi lebih hidup, dan semakin “mengerikan”.
Sebenarnya,
lagu-lagu Iron Maiden tak lahir dari imajinasi yang vakum. Dalam
membuat lagu, mereka banyak terisnpirasi dengan kisah-kisah patriotic,
seperti Alexander The Great. Selain itu, kelahiran lagu mereka juga
terispirasi dari dongeng-dongeng rakyat yang berasal dari film dan buku,
seperti lagu The Clansman, The Wicker Man, The Prisoner, Where Eagles Dare, Out of the Silent Planet, dan To Tame A Land
(diangkat dari karya Frank Herbert yang berjudul Dune). Bahkan, salah
satu lagunya yang berjudul Rime of The Ancient Mariner adalah kutipan
syair dari kumpulan puisi Samuel Taylor Coleridge. Ini adalah
kreatifitas yang unik, tak mudah ditiru.
Beberapa
kalangan atau mungkin Iron Maiden sendiri mengakui bahwa musik mereka
sangat dipengaruhi oleh group band lawas, seperti Deep Purple, Yes, Wishbone Ash, Judas Priest, dan Black Sabbath. Akan tetapi, musik mereka sangat kental dengan aroma Punk, terutama pada awal kelahirannya.
Pada awal kelahiran Iron Maiden, Steve Harris mengajak beberapa temannya untuk bergabung menjadi personil: Tony Parsons (gitar), Doug Sampson (drum), dan Paul Di’Anno (vokal).
Album pertama mereka berjudul Iron Maiden, dilepas ke pasar pada 1980.
Meskipun proses rekamannya dilakukan terburu-buru, album ini sempat
menjadi hits di Inggris. Sebelum merilis album kedua mereka yang
bertajuk Killers (1981), Adrian Smith ikut bergabung dan mengisi posisi gitaris. Setelah itu, masuklah Bruce Dickinson yang menggantikan posisi Paul Di’Anno sebagai vokalis.
Pada
1983 Clive Burr yang bergabung pada 1979 mengundurkan diri dan
posisinya diganti oleh Nicko Mc Brain. Nah, saat itulah lahirlah album
Piece of Mind, sebuah album dengan konsep cerita bersambung dalam
Seventh Son of a Seventh Son (1988). Di tahun yang sama, mereka tampil
dalam show yang sangat spektakuler di Castle Donington Monsters of Rock
Festival. Setelah itu, masuklah Janick Gers (1990) yang menggantikan
posisi Adrian Smith, dan lahirlah album No Prayer for the Dying yang
berisi hit single Bring Your Daughter to the Slaughter.
Iron
Maiden memang tak seproduktif Metallica yang hampir setiap tahun
melahirkan album baru. Akan tetapi, album yang mereka luncurkan selalu
menjadi perhatian tersendiri bagi penggemar heavy metal. Salah satu
album yang lahir pada 1992 bertajuk Fear of the Dark sangat diminati
oleh penggemar heavy metal di seluruh dunia. Meskipun, pada tahun
selanjutnya (1993) Iron Maiden harus terpukul dengan hengkangnya Bruce
Dickinson yang memilih untuk bersolo karir. Ketenaran Iron Maiden
ternyata mempengaruhi larisnya album solo Bruce yang berjudul Balls to
Picasso dengan lagu hit-nya Tears of the Dragon. Semanjak itu, posisi
Bruce digantikan oleh Blaze Bayley.
Karena
Iron Maiden mulai tidak konsisten dalam melakukan tour, pada Februari
1999, Bayley pun cabut dari Iron Maiden. Peristiwa ini tentu sangat
mengguncang Iron Maiden dan para penggemarnya. Akan tetapi, berita
terduga mampu meredam peristiwa itu, Bruce Dickinson dan Adrian Smith
ternyata bersedia bergabung lagi. Ini artinya line up sukses mereka pada
1980-an terbentuk kembali. Formasi ini membuat Iron Maiden semakin
unik, karena memiliki trio gitaris handal, Dave Murray, Adrian Smith,
dan Janick Gers. Mereka pun sepakat membuat sebuah tour reuni.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar