Padukan Klasik dan Rock
Di kalangan pencinta musik Indonesia, terutama mereka yang masih berusia muda, nama Muse memang tidak asing lagi. Lagu- lagu seperti Time Is Running Out, Unintended, Supermassive Black Holes atau Starlight menjadi lagu-lagu favorit generasi muda. Kelompok tersebut telah merilis lima album sejak tahun 1999 dengan Showbiz.
Nama Muse meroket saat album keduanya, Origin Of Symmetry diluncurkan pada 2001. Album ini mendapatkan banyak pujian karena dianggap unik. Muse memadukan musik klasik, terutama terinspirasi dari komposer di era Romantis seperti Tchaikovsky dan Rachmaninoff, dengan musik hard rock. Instrumen musik yang digunakan pun cukup ajaib, seperti organ gereja, mellatron dan beberapa lainnya.
Album selanjutnya, Hullabaloo (2002), Absolution (2003), dan Black Holes and Revelations juga tak sepi dari pujian. Musiknya unik namun juga enak didengar telinga, lirik-lirik mereka juga tidak picisan. Bellamy, yang memainkan kibor dan gitar sekaligus menjadi vokalis, kerap memasukkan unsur teologi, teori konspirasi, ilmu pengetahuan, masa depan, komputer, dan ilmu supranatural ke dalam lirik lagu-lagu Muse.
(rad)